Detail Berita

11 Agustus 2025

Penjualan Motor Listrik Menurun, Industri Multifinance Hadapi Tantangan Pembiayaan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mencatat penjualan motor listrik pada kuartal I-2025 baru mencapai 20% – 30% dari total penjualan sepanjang tahun lalu.

Padahal, Aismoli memproyeksikan penjualan motor listrik pada tahun ini berpotensi menembus 200.000 unit, atau melonjak lebih dari 200% dibandingkan capaian 2024 yang sekitar 62.000 unit.


Kondisi penjualan yang melambat ini berpotensi mempengaruhi industri pembiayaan, khususnya multifinance yang menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik.


Praktisi dan pengamat industri pembiayaan, Jodjana Jody menilai perkembangan sektor motor listrik masih bergantung pada dukungan pemerintah. 

“Tanpa ada dukungan, sektor ini tetap berisiko tinggi karena masih banyak hambatan untuk adopsi elektrifikasi,” terang Jody kepada Kontan, (11/8/2025).

Kondisi ini juga dirasakan oleh perusahaan multifinance. Direktur Keuangan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), Roberto Ak Un mengungkapkan sejumlah tantangan dalam pembiayaan kendaraan bermotor.


“Tantangan yang kami hadapi antara lain ketidakpastian ekonomi seperti kenaikan PPN dan suku bunga, kebijakan pajak opsen kendaraan bermotor, risiko kredit macet, serta persaingan ketat,” ujarnya kepada Kontan, (11/8/2025).

Sementara pada segmen motor listrik roda dua, tantangan yang dihadapi semakin berlapis. Roberto menyebut keterbatasan pangsa pasar, minimnya nilai jual kembali, hingga infrastruktur pendukung yang belum merata masih menjadi perhatian.

“Perubahan regulasi dan insentif pemerintah serta biaya perawatan dan baterai yang relatif tinggi juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi,” pungkasnya.