Bisnis.com, JAKARTA — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) menangkap momentum kenaikan harga emas dengan menghadirkan berbagai program bagi nasabah baru di kelompok usia muda.. Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat hubungan dan program loyalitas untuk menjaga basis nasabah yang telah ada.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan, minat pembiayaan logam mulia di perseroan masih didominasi kelompok usia produktif. “Adapun berdasarkan data perusahaan, pembiayaan logam mulia paling banyak diminati oleh nasabah dengan rentang usia 28 hingga 34 tahun,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip Kamis (29/1/2026).
Menurut Cincin, tren pembiayaan emas di WOM Finance masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Januari 2026, realisasi pembiayaan emas tercatat meningkat 61% dibandingkan Desember 2025. Sepanjang 2025, pembiayaan emas berkontribusi sekitar 7% terhadap total portofolio pembiayaan syariah perseroan.
Ia menilai kinerja tersebut sejalan dengan tren kenaikan harga emas yang berlanjut. Namun demikian, Cincin mengakui fluktuasi harga emas yang sangat dinamis menjadi tantangan utama dalam penyaluran pembiayaan.
Untuk memitigasi risiko tersebut, WOM Finance menjaga service level agreement (SLA) secara ketat. “Seluruh divisi terkait harus melakukan monitoring yang intensif agar proses pembiayaan dapat diselesaikan di hari yang sama, guna menghindari risiko kenaikan harga di hari berikutnya yang berpotensi menyebabkan pembatalan pengajuan oleh konsumen,” jelasnya. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. - TradingView Meski menghadapi tantangan tersebut, WOM Finance tetap optimistis prospek pembiayaan emas pada 2026 akan terus membaik seiring meningkatnya permintaan pasar. “Hal ini tercermin dari kenaikan harga emas yang mencapai Rp2,8 juta pada Januari, yang menunjukkan tingginya minat dan nilai investasi emas di tengah ketidakpastian ekonomi,” kata Cincin.
Pada 2026, WOM Finance menargetkan penyaluran pembiayaan emas sebesar Rp18 miliar. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan memperkuat retensi nasabah existing serta menjalin kolaborasi dengan pihak ketiga guna menjaring nasabah baru.
Kenaikan minat terhadap pembiayaan emas juga sejalan dengan reli harga emas global. Harga emas tercatat menembus rekor baru di atas US$5.200 per ons, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan pergeseran investasi dari obligasi serta mata uang negara berdaulat.
Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (28/1/2026), harga emas sempat menguat 0,4 persen ke level US$5.202,51 per ons sebelum terkoreksi ke US$5.190,17 per ons. Penguatan tersebut melanjutkan lonjakan 3,4 persen pada sesi sebelumnya, yang merupakan kenaikan harian terbesar sejak April, di tengah melemahnya dolar AS ke posisi terendah dalam hampir 4 tahun terakhir.