KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencermati adanya tren penurunan biaya dana (cost of fund) seiring turunnya suku bunga acuan. Meski demikian, penurunan bunga kredit dari perbankan yang masih berlangsung secara bertahap membuat ruang penurunan bunga pembiayaan kepada konsumen belum sepenuhnya optimal. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, penurunan suku bunga acuan telah berdampak pada cost of fund perusahaan yang menunjukkan tren menurun. Namun, dalam menentukan suku bunga pembiayaan kepada nasabah, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan biaya dana. "Penurunan suku bunga acuan telah berdampak pada cost of fund perusahaan yang menunjukkan tren penurunan," kata Gani kepada Kontan, Senin (9/2/2026). Menurutnya, Adira Finance juga memperhatikan sejumlah faktor lain, seperti tingkat kompetisi di pasar, kondisi likuiditas kredit perbankan, serta dinamika pasar modal. Hal ini mengingat sumber pendanaan perusahaan tidak hanya berasal dari perbankan, tetapi juga dari penerbitan obligasi dan sukuk. Di sisi penyaluran pembiayaan, hingga Desember 2025 Adira Finance mencatat pembiayaan baru sebesar Rp 43 triliun. Dari total tersebut, sekitar 70% berasal dari pembiayaan otomotif, sementara sisanya merupakan pembiayaan non-otomotif. Ke depan, perusahaan masih mencermati perkembangan biaya dana, kondisi pasar, serta risiko kredit dalam menentukan arah suku bunga pembiayaan.