Detail Berita

10 Februari 2026

WOM Finance Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan Sama Seperti Target OJK

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara year on year pada 2026.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menilai proyeksi OJK tersebut menunjukkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi. 


Namun, Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa menerangkan jika melihat pertumbuhan yang masih terbatas hingga akhir 2025, realisasi angka tersebut kemungkinan besar masih dipengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi. 


"Jika faktor pendukung berjalan baik, kami menilai pertumbuhan pada 2026 diperkirakan bisa naik secara perlahan," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Cincin berpendapat peluang peningkatan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance pada 2026 sebenarnya masih sangat terbuka. Dia bilang hal itu seiring adanya dorongan kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya pada segmen pembiayaan berbasis kebutuhan seperti kendaraan bermotor dan pembiayaan multiguna. 

"Selain itu, digitalisasi yang terus dijalankan di industri pembiayaan juga berpotensi meningkatkan efisiensi dan perbaikan kualitas layanan, sehingga bisa mendukung pertumbuhan secara bertahap," tuturnya.

Meskipun demikian, Cincin tak memungkiri terdapat juga tantangan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan piutang pembiayaan pada 2026. Dia bilang tantangannya, yakni daya beli masyarakat yang masih selektif, kondisi ekonomi yang dinamis, serta risiko kredit yang tentunya berpengaruh terhadap Non Performing Financing (NPF) perusahaan. 

"Oleh karena itu, pertumbuhan pada 2026 akan diupayakan secara terukur dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan, serta pengelolaan risiko yang prudent," kata Cincin.


Cincin menyampaikan WOM Finance mencatatkan piutang pembiayaan bersih sebesar Rp 6,46 triliun per akhir 2025. Dia memproyeksikan pertumbuhan piutang pembiayaan bersih bisa mencapai sebesar 6% secara Year on Year (YoY). 

Sebagai informasi, data OJK mencatat, piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh tipis sebesar 0,61% YoY, dengan nilai mencapai Rp 506,5 triliun pada akhir 2025.