KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melihat periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri sebagai momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya pada pembiayaan dana tunai dan segmen pembiayaan lainnya.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman memprediksi pertumbuhan pembiayaan di tahun 2026 akan tumbuh secara moderat.
"CNAF melihat pertumbuhan pembiayaan di tahun 2026 ini tidak akan agresif atau tumbuh secara moderat," ujarnya kepada Kontan, Selasa (24/2/26).
Walau tidak menyebutkan nominalnya, ia memperkirakan permintaan pembiayaan dana tunai akan bergerak stagnan bahkan bisa lebih rendah dari sebelumnya.
Ristiawan mengatakan proyeksi ini dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang cukup berat pada awal 2026 dan berdampak pada perekonomian domestik sehingga masyarakat jadi lebih selektif dan berhati-hati saat melakukan pinjaman.
Menanggapi hal ini, Ristiawan menegaskan kalau CNAF akan fokus menyalurkan pembiayaan dana tunai kepada nasabah eksisting dan nasabah baru.
Katanya, strategi ini dilakukan guna memperkuat loyalitas nasabah eksisting sekaligus memperluas penetrasi pasar dan mendiversifikasi portofolio pembiayaan di tengah kompetisi industri yang makin ketat.
Apalagi momentum pasca Ramadan dinilai berpotensi meningkatkan rasio non-performing financing (NPF). Meskipun kondisi ini menurut Ristiawan masih wajar karena adanya pergeseran prioritas pengeluaran di masyarakat.
Untuk menjaga kualitas pembiayaan dan mengantisipasi kredit macet, CNAF berupaya memperketat kriteria seleksi calon nasabah pada tahap akuisisi.
Selain itu, mereka juga mengimbau agar nasabah melakukan pembayaran angsuran lebih awal. yaitu sebelum periode libur panjang dengan memanfaatkan layanan digital yang sudah disiapkan perusahaan.
"CNAF juga aktif mengimbau nasabah untuk melakukan pembayaran angsuran lebih awal sebelum periode libur panjang," katanya.