Detail Berita

05 Maret 2026

Pembiayaan Mobil Bekas Ketiban Berkah Lebaran Meski Selektif

JAKARTA — Momentum Lebaran 2026 diperkirakan menjadi berkah bagi pasar otomotif, khususnya mobil bekas. Mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan kendaraan untuk mudik dan libur panjang. 

Praktisi dan pengamat industri pembiayaan Jodjana Jody menilai momen tersebut selalu ditunggu oleh industri multifinance untuk menyalurkan pembiayaan kendaraan baru dan bekas. 

“Namun, saat ini stok untuk kendaraan baru agak terbatas sehingga mobil bekas bisa dapat berkah karena permintaan [demand] yang biasanya tinggi,” ucapnya kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026). 

Kendati demikian, dia tidak memungkiri akan ada tantangan yang dihadapi multifinance dalam menyalurkan pembiayaan mobil bekas pada 2026 ini. 

“Saat ini multifinance cukup selektif karena NPF industri yang belum sepenuhnya pulih. Strategi pembiayaan masih sekitar support pembiayaan karena yang beli bekas, mayoritas masih lewat kredit,” sebut Jodjana. 

Lebih lanjut, dia berpendapat bahwa transaksi mobil bekas secara volume terus meningkat sejak pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, pasar mobil bekas setara dengan sekitar 1,5 kali mobil baru dan sekarang sudah 2 kali dari pasar mobil baru. 

Kendati demikian, dia menilai saat ini masalah lain yang perlu diperhatikan adalah situasi global yang tidak menentu setelah pecahnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, yang dapat membuat suku bunga naik karena inflasi. 

“Kalau perang berlarut-larut, maka dunia akan crisis energy, sehingga meningkatkan inflasi di mana-mana. Akibatnya, suku bunga akan naik dan kredit ke konsumen juga bunganya akan naik. Ini sangat berat di tengah pemburukan daya beli,” jelasnya. 

Akan tetapi, Jodjana menilai hingga sejauh ini dampak konflik di Timur Tengah tersebut terhadap industri multifinance masih belum terlihat. Namun, dia menyebut setelah lebaran 2026 bisa ada perubahan.