KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana pemerintah menghidupkan kembali insentif motor listrik disambut antusiasme pelaku industri pembiayaan. PT Mandiri Utama Finance (MUF) menilai kebijakan ini bisa jadi katalis penting untuk mendongkrak permintaan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Direktur MUF, Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan kebijakan ini berpotensi memperluas basis konsumen dan mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik (EV).
Bagi perusahaan sendiri, pengembalian insentif motor EV dipandang sebagai peluang untuk memperluas portofolio pembiayaan di segmen kendaraan listrik yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan luas.
"Kebijakan ini dapat menjadi hal penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik," ujarnya kepada Kontan, Senin (4/5/2026).
Dapot juga memproyeksikan adanya peningkatan pembiayaan jika insentif kembali diterapkan. Hal ini sejalan dengan histori tren permintaan listrik yang sangat dipengaruhi oleh harga.
Menurutnya, penurunan harga melalui insentif akan berdampak langsung terhadap peningkatan aplikasi pembiayaan.
Pada kuartal I-2026, MUF mencatat penyaluran pembiayaan motor EV masih berada pada tren yang solid dan potensial. Hingga Maret 2026, penyaluran pembiayaan EV dan hybrid MUF tercatat mencapai Rp588 miliar atau tumbuh 14% secara tahunan.
Ke depannya, pertumbuhan segmen ini dipandang akan sangat bergantung pada dukungan kebijakan, termasuk penetapan insentif dan perkembangan ekosistem kendaraan EV.
Oleh karena itu, perusahaan akan menjalankan bisnis dengan sejumlah strategi ekspansif, tetapi tetap selektif. Beberapa antaranya adalah aktif mendorong kampanye penggunaan kendaraan listrik. Termasuk menawarkan promo menarik bagi konsumen, baik dari sisi suku bunga maupun kualitas layanan.
Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas pertumbuhan pembiayaan di tengah tantangan dan dinamika pasar kendaraan listrik.