Detail Berita

07 Mei 2026

Piutang Pembiayaan Tumbuh 18% per Maret 2026, Adira Finance Beberkan Penyebabnya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan piutang pembiayaan yang dikelola per Maret 2026 sebesar Rp 64,7 triliun. Nilai itu tumbuh sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengenai hal itu, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan piutang pembiayaan perusahaan tumbuh signifikan. Dia menjelaskan salah satunya sejalan dengan peningkatan pembiayaan baru perusahaan.


"Didukung oleh permintaan pembiayaan yang tetap terjaga, baik pada segmen otomotif maupun nonotomotif," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).

Selain itu, Gani menyebut pertumbuhan piutang pembiayaan juga didorong oleh strategi Adira Finance dalam memperluas basis pelanggan, memperkuat kerja sama dengan mitra bisnis, serta mengoptimalkan jaringan usaha untuk menjangkau kebutuhan pembiayaan masyarakat secara lebih luas.


Meski demikian, dia bilang pertumbuhan tetap dilakukan secara selektif dengan memperhatikan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian.

Terkait kondisi ekonomi dan dinamika geopolitik global, Gani tetap melihat adanya tantangan yang perlu dicermati. Sebab, kondisi itu dapat memengaruhi daya beli masyarakat maupun aktivitas bisnis secara keseluruhan.

"Namun, hingga kuartal I-2026, dampaknya terhadap kinerja perusahaan masih relatif terbatas karena portofolio pembiayaan kami terdiversifikasi dan perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi bisnis," tuturnya.

Melihat kondisi yang dihadapkan tantangan pada awal tahun ini, Gani mengatakan Adira Finance selalu menjaga kualitas penyaluran pembiayaan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Jadi, dia bilang pendekatan yang dilakukan Adira Finance bukan semata-mata mengerem pembiayaan, melainkan memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan tetap melalui proses yang prudent dan sesuai dengan profil risiko yang dapat diterima perusahaan.

Gani menerangkan upaya tersebut dilakukan sejak awal proses akuisisi, antara lain melalui penerapan underwriting yang selektif dengan memperhatikan profil konsumen, kemampuan membayar, serta kualitas agunan atau collateral base.


Selain itu, dia menyebut perusahaan juga terus memperkuat proses penagihan dan pengelolaan kualitas portofolio melalui optimalisasi tim collection, pemantauan yang lebih intensif, serta strategi penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing konsumen.

"Dengan langkah tersebut, Adira Finance tetap dapat menangkap peluang pertumbuhan yang ada. Pada saat yang sama, kami juga menjaga kualitas aset, termasuk NPF dan risiko pembiayaan agar tetap terkendali," ujarnya.

Ke depannya, Gani menyampaikan Adira Finance akan terus memantau perkembangan kondisi ekonomi dan geopolitik agar dapat menyesuaikan strategi bisnis dan tetap menjaga pertumbuhan yang sehat.

Asal tahu saja, Adira Finance mencatatkan rasio Non Performing Financing (NPF) gross konsolidasian menurun menjadi 1,9% per Maret 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2,3%.