Bisnis.com, JAKARTA — PT Bussan Auto Finance (BAF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp11,46 triliun, tumbuh 3,70% (year on year/YoY) sepanjang 2025.
Presiden Direktur BAF Koji Kato berujar pembiayaan sepeda Motor Baru Yamaha masih menjadi kontributor utama dengan porsi lebih dari 60% terhadap total pembiayaan baru.
“Hal ini sejalan dengan preferensi konsumen terhadap model Yamaha dengan desain modern dan teknologi terbaru, yang mana segmen premium seperti Yamaha NMAX Neo mencatatkan pertumbuhan paling kuat,” tuturnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (18/5/2026).
Koji meneruskan, kinerja tersebut turut mendorong pendapatan BAF sehingga tumbuh 1,96% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Di sisi lain, efisiensi operasional yang konsisten berhasil menekan beban operasional sebesar 1,10% YoY menjadi Rp4,25 triliun.
Kombinasi itu, lanjutnya, menghasilkan pertumbuhan bottom line yang signifikan, naik 36,14% YoY menjadi Rp413,47 miliar. Baginya, capaian itu mencerminkan kemampuan BAF dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi industri yang menantang.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,” ujar Koji.
Dikatakan Koji, selama 2025 BAF terus memperkuat posisi sebagai captive finance Yamaha melalui berbagai inisiatif strategis. Fokus pada pembiayaan sepeda Motor Baru Yamaha dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi erat dengan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan jaringan dealer di seluruh Indonesia.
Kemudian, imbuhnya, berbagai aktivitas pemasaran, baik melalui kanal daring maupun offline terus diakselerasi seiring dengan pengembangan proses yang lebih efisien dan perluasan jaringan layanan hingga ke wilayah rural.
“Kerja sama jangka panjang dengan Yamaha merupakan fondasi utama BAF. Tahun ini, kami berkomitmen untuk semakin memperkuat kolaborasi tersebut agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen sekaligus mendukung kinerja dealer Yamaha di seluruh Indonesia,” tegas Koji.
Di sisi lain, Koji turut menyebut bahwa diversifikasi dan keseimbangan portofolio tetap menjadi fokus untuk memastikan ketahanan bisnis jangka panjang.
Lebih jauh, dia turut membeberkan sepanjang 2025 BAF terus memperluas kontribusinya dalam keuangan berkelanjutan, salah satunya melalui dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Hingga akhir 2025, pembiayaan produktif kepada UMKM telah mencapai Rp1,71 triliun atau berkontribusi 12,55% dari total portofolio pembiayaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, BAF juga telah menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan ramah lingkungan sebesar Rp2,50 triliun atau berkontribusi 18,34% terhadap total portofolio pembiayaan. Dengan demikian, total pembiayaan ramah lingkungan yang telah disalurkan BAF mencapai Rp4,21 triliun atau sekitar 30,89% dari total portofolio pembiayaan.
“Melalui penguatan pembiayaan UMKM dan dukungan terhadap kendaraan ramah lingkungan, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BAF berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Dengan semangat ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Koji.