Detail Berita

02 Juni 2026

CNAF Cermati Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Industri Pembiayaan Kendaraan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap industri pembiayaan kendaraan bermotor. Perusahaan menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan sekaligus meningkatkan risiko kualitas pembiayaan. 

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menjelaskan bahwa efek pelemahan rupiah dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan terhadap industri pembiayaan, terutama dari sisi permintaan pembiayaan kendaraan. 

“Pelemahan rupiah secara jangka pendek berpotensi memberikan dampak terhadap industri pembiayaan, khususnya pada permintaan pembiayaan kendaraan yang mungkin akan mengalami perlambatan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026). 

Selain itu, Ristiawan menyebut kenaikan harga kendaraan juga dapat memberikan tekanan terhadap permintaan pembiayaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kualitas pembiayaan apabila kemampuan bayar nasabah turut terpengaruh. 

“Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi saat ini,” lanjutnya. 

Memasuki sisa tahun 2026, CNAF menilai industri otomotif masih menghadapi berbagai tantangan dan tekanan ekonomi. Kendati demikian, prospek pembiayaan kendaraan diperkirakan masih dapat tumbuh secara moderat seiring harapan perbaikan daya beli masyarakat. 

Ia juga menyebut pembiayaan kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan industri multifinance, meskipun laju pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat pada tahun ini. 

Adapun strategi yang dilakukan CNAF adalah menjalankan bisnis secara pruden dengan fokus pada segmen dan profil nasabah yang memiliki kapasitas pembayaran yang baik. Selain itu, perusahaan memperkuat pemantauan portofolio pembiayaan secara berkala guna mengantisipasi risiko pembiayaan di masa mendatang. 

Hingga April 2026, penyaluran pembiayaan baru CNAF untuk kendaraan roda empat, baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas, tercatat mencapai Rp 1,97 triliun.