Detail Berita

20 Juli 2026

BRI Finance Sebut Kenaikan Harga BBM Berpotensi Kerek Permintaan Mobil Listrik

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyampaikan bahwa potensi kenaikan harga BBM dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. 

Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, hal itu terjadi lantaran kendaraan listrik menawarkan biaya operasional yang lebih efisien dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.  

“Namun keputusan konsumen tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga kendaraan, ketersediaan infrastruktur, serta kebijakan pemerintah,” ujar Ramadhani kepada Kontan, belum lama ini. 

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan pandangan serupa, bahwa kenaikan harga BBM berpotensi menggeser preferensi masyarakat ke kendaraan listrik.  

Adapun data OJK mencatat pembiayaan mobil listrik roda empat oleh industri multifinance mencapai Rp20,06 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 29,16% yoy. Nilai ini setara 3,69% dari total pembiayaan multifinance, dengan kendaraan hybrid masih mendominasi sebesar Rp11,74 triliun. 

BRI Finance mengklaim penyaluran pembiayaan kendaraan listrik per Juni 2026 melonjak sekitar 35,6 kali lipat secara tahunan dibandingkan Juni 2025. Kendati demikian, kontribusinya terhadap total portofolio perseroan masih mini karena bisnis masih didominasi kendaraan konvensional. 

Namun, perusahaan menyebut prospek pembiayaan kendaraan listrik hingga akhir 2026 tetap positif, meski laju pertumbuhannya bergantung pada waktu implementasi kebijakan pendukung, termasuk insentif pemerintah. 

Untuk menjaga pertumbuhan, BRI Finance berupaya mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan fokus pada kualitas pembiayaan serta memperkuat sinergi bisnis bersama BRI dan jaringan dealer. 

“Mengembangkan produk dan layanan pembiayaan yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan pasar, baik untuk kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik,” tuturnya.