KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu unit bisnis pembiayaan Astra Financial, Toyota Astra Financial Services (TAFS), mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, TAFS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 482,63 miliar pada semester I-2026. Nilainya tumbuh sebesar 24,79%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 386,75 miliar.
Financial Controller Division Head TAFS Lina menerangkan pertumbuhan laba perusahaan salah satunya tak terlepas dari pertumbuhan pembiayaan yang cukup baik.
"Selain itu, perusahaan tetap menjaga kualitas piutang pembiayaan dengan secara proaktif melakukan prudent akuisisi dan better handling," ujarnya kepada Kontan, Senin (3/8/2026).
Jika ditelaah, pertumbuhan laba perusahaan juga ditopang pertumbuhan pendapatan. Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,35 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 5,86%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,22 triliun.
Kontributor utama pendapatan perusahaan pada semester I-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 1,90 triliun. Nilainya tumbuh, 7,34%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,77 triliun.
Lina bilang pertumbuhan pendapatan tersebut juga dipicu strategi TAFS yang berupaya untuk terus mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan bisnis yang makin ketat. Dia bilang perusahaan dengan konsisten memberikan produk dan pelayanan terbaik bagi konsumen.
Terpantau perusahan berhasil menjaga beban tak meningkat signifikan, sehingga perolehan laba bisa lebih optimal. Jumlah beban TAFS tercatat Rp 1,74 triliun pada semester I-2026. Nilainya hanya meningkat tipis sebesar 0,58%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,73 triliun.
Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas perusahaan kompak tumbuh. Secara rinci, TAFS membukukan aset sebesar Rp 40,62 triliun pada semester I-2026. Nilainya bertumbuh 6,33%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 38,20 triliun.
Jumlah liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 34,04 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 4,83%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 32,47 miliar.
Selanjutnya, ekuitas TAFS tercatat tumbuh 14,83%, dari Rp 5,73 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 6,58 triliun pada semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing perusahaan sebesar 0,42%.