Detail Berita

15 September 2026

Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Naik 37,84% Jadi Rp 25,49 Triliun per Juli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance mencatatkan pertumbuhan signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance mencapai Rp 25,49 triliun per Juli 2026. 

"Nilainya tumbuh sebesar 37,84%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Senin (14/9/2026). 

Agusman menerangkan kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance utamanya didukung segmen roda dua listrik dan hybrid yang tumbuh sebesar 48,87% secara Year on Year (YoY). 

Jika ditelaah, kinerja pembiayaan kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya saja, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance tumbuh 32,05% secara YoY, dengan nilai mencapai Rp 23,39 triliun per April 2026. 

Kinerjanya makin bertumbuh sebesar 32,48% YoY, dengan nilai mencapai Rp 23,94 triliun per Mei 2026. Adapun posisi per Juni 2026 tumbuh 34,70%, dengan nilai mencapai Rp 24,60 triliun. 

Melihat kondisi itu, OJK sempat mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup baik. Alhasil, regulator optimistis kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance bisa terus tumbuh positif hingga akhir 2026. 

Sementara itu, OJK juga turut angkat bicara mengenai adanya wacana pemberian insentif motor listrik. Agusman menilai adanya kebijakan itu berpotensi mendorong pembiayaan kendaraan listrik. 

"Sebab, membuat harga motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat," ungkap Agusman. 

Sebagai informasi, OJK mencatat, piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 513,05 triliun per Juli 2026, atau tumbuh 2,01% secara tahunan atau YoY.  

Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juli 2026 sebesar 3,03%. Angkanya terbilang memburuk, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,01%.