Detail Berita

23 September 2026

CIMB Finance: Pembiayaan Mobil Bekas Tembus Rp1,02 T per Agustus 2026

Bisnis.com, JAKARTA — PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) atau CIMB Finance menyampaikan hingga Agustus 2026, penyaluran pembiayaan mobil bekas masih didominasi oleh segmen mobil bekas konvensional.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman membeberkan pada periode itu, pembiayaan mobil bekas konvensional mencapai Rp1,02 triliun. Sementara itu, pembiayaan mobil bekas listrik dan hybrid tercatat senilai Rp140 miliar.

“Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan mobil bekas konvensional masih menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan. Namun, kinerjanya tetap dipengaruhi dinamika pasar saat ini yang masih menantang,” tuturnya kepada Bisnis.com, Rabu (23/9/2026).

Untuk terus menjaga penyaluran pembiayaan mobil bekas konvensional, CNAF terus memperkuat sinergi dengan showroom dan strategic partner yang relevan dan menerapkan proses akuisisi yang selektif, dengan memperhatikan kualitas aset.

Adapun, untuk mobil EV/hybrid bekas, perusahaan akan terus mencermati perkembangan pasar, karakteristik kendaraan, nilai aset, serta kebutuhan konsumen agar kami dapat menawarkan skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi pasar.

“Perusahaan mencermati minat konsumen terhadap mobil bekas EV/hybrid terus berkembang, seiring dengan semakin banyaknya pilihan jenis kendaraan di pasar serta meningkatnya awareness masyarakat terhadap efisiensi penggunaan kendaraan tersebut,” ujar Ristiawan.

Ke depan, lanjut Ristiawan, segmen mobil bekas EV/hybrid ini memiliki potensi untuk turut mendukung pertumbuhan pembiayaan kendaraan.

“Namun demikian, Perusahaan tetap memperhatikan perkembangan pasar, karakteristik aset, serta profil risiko segmen tersebut guna memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya. Untuk diketahui, OJK mencatat pembiayaan mobil bekas konvensional terkontraksi 4,52% YoY menjadi Rp86,25 triliun pada Juli 2026. Di sisi lain, pembiayaan mobil listrik/hybrid bekas tumbuh 103,06% YoY menjadi Rp1,52 triliun.

Melihat tren itu, Ristiawan berujar CNAF melihat perkembangan mobil bekas konvensional dan mobil bekas EV/hybrid ini sebagai bagian dari dinamika pasar otomotif dan perubahan preferensi konsumen yang terus berkembang. Menurutnya, faktor yang mendorong terkontraksinya pembiayaan mobil bekas konvensional antara lain semakin selektifnya konsumen dalam memilih kendaraan maupun skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

“Di sisi lain, pertumbuhan mobil bekas EV/hybrid disebabkan oleh semakin beragamnya pilihan model, meningkatnya ketersediaan unit di pasar, serta harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru EV/hybrid,” tutupnya.